Minggu, 11 Juli 2021

 

MACHTVORMING : RAKYAT DI ATAS SEGALANYA

 


 “Bekerjalah dengan penamu, dengan mulutmu, dengan gurungmu, dengan lidahmu ! ya, dalam masa aksi ada faedahnya juga menggembar-gembor ! gemborkanlah juga gurungmu sampai suaramu memenuhi alam, gerakkanlah penamu sampai ujungnya menyala-nyala” Bung Karno

 

Pembentukan kekuatan dan kekuasaan itulah yang disebut dengan machtvorming, dewasa ini banyak kelompok-kelompok tertentu yang membangun machtvorming hanya untuk mementingkan keuntungan kelompok tertentu, yang sekedar untuk tujuan tawar-menawar dengan pihak musuh atau yang sering disebut sebagai machtvorming opportunity. Tentu hal ini sangat disayangkan dan lagi-lagi yang menjadi korban adalah rakyat.

 

Pemahaman masyarakat akan keberlangsungan masa depan negara sangat kurang, bahkan masih banyak yang rabun dalam menatap masa depan. Dalam pembentukan suatu negara adanya wilayah, pemerintahan yang berdaulat dan adanya rakyat, dimana rakyat merupakan syarat mutlak dalam berdirinya suatu negara, tanpa adanya rakyat maka sangat mustahil terbentuknya suatu negara. Oleh karena itu, sudah barangtentu rakyat menjadi tujuan utama dalam berbangsa dan bernegara untuk di sejahterakan.

 

Namun, kenyataannya sampai sekarang ini di setiap negara masih banyak rakyatnya yang belum sejahtera, bahkan masih hidup dibawah garis kemiskinan khususnya di negara Indonesia, Tercatat bahwa jumlah penduduk yang miskin adalah 25,95 juta orang berdasarkan data Badan Pusat Statisktik (BPS) pada Maret 2018, jumlah tersebut masih terlalu banyak mengingat negara Indoneisa merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Sudah Tujuh 73 tahun Indonesia merdeka tetapi rakyat Indonesia masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan, lalu timbul pertanyaan mengapa bisa demikian ? 

 

Saat ini begitu banyak tantangan yang dihadapi negara dan rakyat, persoalan yang kompleks, persaingan antar negara, persaingan antar masyarakat internasional sudah terbuka lebar dengan adanya globalisasi, pasar bebas, dan era industri 4.0. Bisa dibayangkan seperti apa jadinya rakyat Indonesia, apakah mampu bersaing dengan dunia internasional atau malah mengalami kemunduran dan keterbelakangan. Secara global tantangan yang dihadapi sangatlah luas, dalam pertemuan The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menerbitkan hasil simposium yang diadakan di Paris dalam buku yang diberi judul One World or Several. Dalam buku tersebut menyebutkan tujuh masalah besar yang dihadapi manusia masa depan, ketujuh masalah itu ialah, pertama, reaktivasi dunia secara menyeluruh; kedua, globalisasi versus regionalisasi; ketiga, pengembangan sumber daya manusia dan pengelolaan pemerintah; keempat, development contact; kelima, perlu diberikan regiun energi internasioanl menghadapi perubahan lingkungan yang semakin destruktif; keenam, migrasi internasional; ketujuh, memikirkan kembali nasib buruh-buruh negara agraris (Amin rais dalam Tuhuleley, 1993).

 

Kemajuan zaman memang tidak dapat dihindari dan harus dihadapi dengan optimis, memiliki sikap yang mendasar dalam berfikir dan bertindak (radicalism), penuh percaya diri (self relience), dapat memenuhi kebutuhan sendiri (self help), dengan tidak lagi melakukan kompromi yang tidak berpihak kepada rakyat (non-kooperatif) dengan begitu masyarakat yang sudah sadar akan keadaan bangsa dan negaranya mampu menjadi masa aksi yang revolusioner dan progresif.

 

Tentu untuk membentuk rakyat yang sadar akan masa depan Indonesia haruslah berdiri di atas yang namanya nation and character building, adanya penyadaran kembali kepada masyarakat tentang perlu sebuah nilai-nilai kebangsaan (nasionalisme), sebuah nilai-nilai budi luhur yang menjadi cerminan jati diri sebuah bangsa yang besar. Hal inilah yang perlu dilakukan secara berkesinambungan oleh berbagai unsur mulai dari struktur terendah hingga tertinggi. Jangan lagi ada yang namanya melakukan pembentukan komoditas antar rakyat yang bertujuan untuk keuntungan kelompok tertentu dengan tidak memperhatikan yang namanya pendidikan, pembelajaran, penyadaran dan pencerahan kepada rakyat.

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar