Minggu, 07 Februari 2016

coretan harian

Ijazah atau Skill dalam Dunia Kerja

Dalam dunia yang begitu canggih dan mengharuskan kita mengikuti zaman begitu banyak yang berfikiran bahwa, apakah aku membutuhkan ijazah atau skill ? mungkin untuk beberapa kaum hawa berpendapat ; ya harus cari Ijazah baru bisa kerja, tetapi ada beberapa orang juga berpendapat yang terpenting itu adalah Skill. Okey kita rasa jawaban dari dua kaum tersebut tidak ada yang salah, tapi mari kita coba untuk melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Dunia kerja merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan bahkan menjadi hal yang sangat utama dalam menjalani kehidupan agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Lalu bagaimana dan apa saja yang di butuhkan dalam dunia kerja sehingga menjadi tenaga kerja dalam segala bidang di dalam perusahaan atau menjadi wirausaha, bila kita melihat beberapa para ahli tentang tenaga kerja sebagai berikut :
Pengertian tenaga kerja menurut EENG AHMAN dan EPI INDRIANI, tenaga kerja adalah seluruh jumlah pendduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika ada permintaan kerja.
Menurut SUPARMOKO & ICUK RANGGABOWO bahwa tenaga kerja adalah penduduk yang telah memasuki usia kerja dan memiliki pekerjaan, yang sedang mencari pekerjaan, dan yang melakukan kegiatan lain seperti sekolah, kuliah dan mengurus rumah tangga.
Menurut UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan  bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu bekerja untuk menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan baik diri mereka sendiri dan untuk masyarakat.
Jika kita melihat dari pandangan para ahli kita tidak melihat bahwa untuk menjadi tenaga kerja harus memilii ijazah, tetapi lebih kepada skiil, artinya bahwa skill yang lebih dibutuhkan. Tetapi kita lihat dari segi persyaratan dalam bekerja secara umum adalah sebagai berikut :
Surat lamaran kerja dan daftar riwayat hidup
Fotocopy ijazah/sertifikat yang dilegalisir
Foto copy KTP
Pas foto
Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
Surat Keterangan Berbadan Sehat dari Dokter
Jika kita lihat dari keterangan diatas maka jelas bahwa ijazah sangat diperlukan dalam melamar kerja di berbagai Institusi-Institusi di Indonesia. maka apabila kita tidak memiliki ijazah S1 sangat sulit untuk mencari pekerjaan yang layak apalagi di zaman yang sudah modern sekarang ini.
Tetapi mari kita lihat bahwa syarat untuk bekerja harus memiliki ijazah apabila bekerja di instansi-instansi atau perusahaan. Namun, apabila kita memilih untuk berwirausaha atau berkarya sendiri untuk memenuhi kebutuhan kita maka ijazah tidak diperlukan, melainkan skill yang lebih diperlukan. Oleh sebab itu tidak perlu ada ketakutan dalam dunia kerja tentang persoalan ijazah atau skill tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat berkarya, membuka usaha dan menambah peluang usaha untuk memajukan diri sendiri dan juga negara.

Ijazah atau skill...
Pada saat kita berbicara pekerjaan maka perlu membedakan antar ijazah atau skill yang lebih dibutuhkan sebab keduanya memiliki lingkungan yang berbeda, seperti yang dijelaskan diatas bahwa ijazah hanya berlaku apabila kita ingin bekerja di perusahaan atau instansi-instansi, beda halnya dengan apabila kita hanya mempunya skill maka kita tidak dapat bekerja di dalam perusahaan kalau pun bisa itu sangat sulit tetapi apabila kita mempunyai skill yang matang maka pekerjaan dapat kita ciptakan sendiri tanpa menghalami keterikatan atau diperintah oleh orang lain, hidup bebas mempunyai banyak waktu. Artinya bahwa pekerjaan yang menggunakan ijazah atau skill memiliki kelebihan masing-masing.
Maka dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sekarang ini kita dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat dalam membangun bangsa dengan mennggunakan atau tanpa ijazah tetapi memiliki kemauan dan tekad.
Menurut data dari Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, bahwa jumlah pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,65 persen dari jumlah penduduk saat ini kita kalah jauh dibandingkan dengan negara tetangga misalnya Singapura sebesar 7 persen, Malaysia lima persen dan Thailand empat persen. Dapat dilihat bahwa apabila kita dapat membuka usaha sebanyak-banyaknya maka kita dapat meningkatkan teurut mendongkrak ekonomi nasional. Oleh sebab itu kita jangan lagi berkutat dengan yang namanya Ijazah, melainkan kita harus berkarya dan membuka usaha agar harapan kita menuju negara Maju akan terwujud.
Saya teringat dengan apa yang di katakan Om Bob Sadino seorang pengusaha, beliau berkata “Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar.” Kata ini menjadi renungan bahwa yang harus kita lakukan adalah bekerja dengan usaha apa yang kita dapat lakukan tanpa mengalami hambatan apapun. So, untuk mencapai kemakmuran bagi diri kita, bangsa dan negara maka harus melakukan apa yang dikatakan Bung Karno “Hanya bangsa yang mau bekerjalah menjadi bangsa yang makmur”.