DPK GMNI UISU Sembelih Hewan Qurban Di Hari Raya Idul Adha 1442 H
dpkgmniuisu.com


Korupsi Merupakan Kekahata Esxta Ordiney ,atau kejahata yang sangat Luar biasa dikarena korupsi adalah salah satu sifat manusia yang mangambil hak orang lain demi menguntungkan diri sendiri.
Pada Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari Anti Korupsi Sedunia DPK GMNI UISU bersama komisariat sejajaran kota Medan inisiatif melaksanakan aksi Teatrical di tugu post kota Medan ,hal ini dilakukan sebagai penolakan terhadap kejahatan korupsi yang terus merajalela di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini berjalan dengan sukses tanpa ada kendala.
Pekan Penerimaan Anggota Baru(PPAB) DPK GMNI UISU yang dilaksanakan pada tanggal 4-6 Desember 2020 , Bertempat di Patumbak . Kegiatan ini adalah salah satu agenda rutin yang dilakukan setiap Kepengurusan untuk menjalankan proses kaderisasi ataupun rekruitmen anggota baru DPK GMNI UISU.
Struktur Kepengurusan DPK GMNI UISU periode 2020-2021.
Ketua : Julpadli Simamora
Wakabid.Organisasi : Sela Simbolon.
Wakabid.Kaderisasi: Rhama Dhoni S.P.
Wakabid .Politik : Fiqri Fadia Aqillah.
Wakabid.Sarinah : Depi Andriani.
Wakabid.Litbang : Ismi Hidayah NST.
Wakabid.Agiprop: Elysha Haloho.
Sekretaris : Ahmad Irwan Zendrato
W.Sekretaris : Putri Natasya Fahira.
Bendahara : Nurida Saragih
W.Bendahara : Aulia Fitri.
Dpk GMNI UISU Mengadakan Buka Bersama Sekaligus Silaturrahmi Antar anggota bersama Alumni,Kegiatan ini mengusung Tema :Semangat Kebersamaan Keluarga Besar GMNI UISU.
Pada kesempatan ini di hadiri Pendiri Alumni GMNI UISU T.Daudsyah dan bebera alumni yg lain,setelah kegiatan inj tentu harapannya akan selalu berlanjut sampai seterusnya nanti di DPK GMNI UISU,sehingga kerjasama dan silaturahmi anggota beserta alumni bisa terjalin dengan baik.
GMNI ....Jaya
Silaturrahmi Akbar DPK GMNI UISU
Yang di laksanakan FORSILAM GMNI UISU
dengan DPK GMNI UISU.sekaligus Juga Syukuran Pimpinan Nasional Bung Andi Junianto Barus,Yang marupakn Alumni GMNI UISU.
Dalam Acara ini di hadiri oleh seluruh anggota GMNI UISU yang pada saat ini masih berada di Medan dan juga hampir seluruh Alumni GMNI UISU.
Dpkgmniuisu– Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Universitas Islam Sumatera Utara (DPK GMNI UISU) melakukan pelantikan anggota baru, Rabu (20/11/19) di Aula Yayasan UISU. Setelah sebelumnya melakukan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) pada 18-20 Oktober 2019.
Dengan mengusung tema “Mempersatukan Para Pejuang Penerus Bangsa Untuk Membentuk Kader Yang Berjiwa Nasionalis Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila”. DPK GMNI UISU melantik sejumlah kader GMNI di sejumlah kampus di Kota Medan seperti Kampus Sari Mutiara, Universitas Medan Area (UMA), Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Akmal (STAIRA), Kampus Tri Guna Dharma (TGD), Kampus STMIK Budi Dharma, Kampus Politeknik Teknologi Kimia Industri (PTKI), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU, Universitas Al Washliyah (UNIVA), Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) dan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).
Turut hadir dalam pelantikan tersebut DPC GMNI Kota Medan, DPC GMNI Pontianak, DPK GMNI ITM, DPK GMNI Panca Budi, DPK GMNI Unpri, dan DPK GMNI UISU PMII Komisariat UISU, FORMADAS UISU, SMI UISU dan alumni GMNI UISU.
Susan Sinaga alumni GMNI UISU sekaligus alumni KSR PMI – ITM dalam sambutannya mengingatkan bahwa sebagai mahasiswa gerakan terus mendharma baktikan diri kepada masyarakat.
“Sebaiknya ilmu tidak diberikan jika mahasiswa gerakan jika tidak mau berbaur dengan masyarakat, bicarakan soal-soal rakyat harus dari rakyat, jangan harapkan dari para elite yang korup,” tegas Susan Sinaga SH.
Ketua DPK GMNI UISU Sarinah Isnawati mengharapkan kepada anggota yang dilantik untuk bisa bersinergi dengan agenda cabang dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.
“Gerakan mahasiswa bisa solid dan kuat apabila kita bisa bekerjasama dengan baik secara struktur maupun substansi gerakan ideologi dengan program cabang, maka implementasikan ajaran Marhaenisme itu dalam realitas sosial dan politik di skop regional maupun nasional,” papar Isnawati.

Ketua DPC GMNI Kota Medan Samuel Octavianus Gurusinga dalam sambutannya mengucapkan selamat atas pelantikan tersebut. Dan berpesan agar dimanapun GMNI berada tetap bersatu dan berseru terhadap anti kemiskinan dan penindasan.
Negara sebagai organisasi kekuasaan, harus bisa memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya melalui alat kelengkapan negara.
“Pesan dari perjuangan adalah persatuan, kita kawal negara ini dalam memenuhi hak dan kewajibannya kepada warga negaranya, khususnya kepada Proletar. Jangan biarkan penindasan merajalela. Jangan biarkan para elit melakukannya pemiskinan struktural terhadap bangsa ini demi menguntungkan para koloninya,” tegas Samuel Ocativanus Gurusinga.
Terakhir, pelantikan ditutup dengan pembacaan Ikrar gerakan oleh anggota GMNI yang dilantik untuk berperan aktif dalam gerakan permanen mewujudkan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945, mempererat persaudaraan dan hukum organisasi, membumikan ajaran Marhaenisme, melakukan kegiatan akademik dengan baik dan menjadi kader yang tangguh untuk memimpin perubahan bangsa.
Acara ditutup dengan aksi seni bela diri pencak silat salam dari UMKM UISU dengan aliran silat lintau.
Dpkgmniuisu – 31 Mei 2021 forum Silahturahmi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Forsilam GMNI) mengadakan kegiatan Halal Bi Halal dan Diskusi Nasional Tema : Keppres Nomor 24 Tahun 2016, 1 Juni Sakral atau Tidak…!!! (Hari Lahir Pancasila VS Pungutan Bank Link PT. Himbara).
Kordinator Forsilam GMNI bung Kristianus Dakhi dalam sambutannya menyampakain, 1 Juni 2021, seluruh Bangsa Indonesia memperingati Hari Lahirnya Pancasila. Momentum bersejarah itu terjadi pada saat Sukarno menawarkan Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia Merdeka pada 1 Juni 1945 di sidang BPUK.
Sudah yang ke – 5, Hari Lahir Pancasila diperingati dan dijadikan sebagai Hari Libur Nasional Berdasarkan Keppres No. 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila, melalui perjuangan intelektual dari masa ke masa sehingga Presiden Jokowi menerima dan bersedia menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keppres.
Sebagaimana disadari bahwa peringatan 1 Juni memiliki sakralitas. Hari lahir Pancasila adalah penegasan tentang semangat dan sikap bahwa Bangsa Indonesia harus terbebas dari penghisapan dan penindasan serta penjajahan.
“Namun, momentum peringatan 1 Juni 2021 yang akan datang seakan di kotori dan dihilangkan sakralitasnya. Hal itu terlihat pada 1 Juni 2021, PT. Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) akan melaksanakan kebijakan yaitu menarik biaya cek saldo dan transaksi (tarik tunai) Rp. 2.500 dan 5.000 di Jaringan ATM plat merah (BNI, BRI, Mandiri dan BTN), yang sebelumnya gratis,” kata Bung Dachi, sapaan akrabnya.
Ini adalah indikasi kuat bahwa Negara ingin melakukan praktik bisnis dengan pola yang kapitalistik kepada Masyarakat/Nasabah.
Rakyat Indonesia terlihat sebagai sapi perah yang tidak bisa berbuat apa-apa, sementara ancaman perekonomian masyarakat akibat pandemi covid-19 jelas di depan mata.
Bung Faisal Hadi Pinem (narasumber pertama), yang juga Sekretaris DPD GMNI SUMUT, dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia masih belum terwujud.
Lanjutnya, Pancasila sebagai dasar negara, dasar kemerdekaan bangsa Indonesia yang di dalamnya bertujuan untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Harus menjadi pandangan hidup dalam berbangsa dan bernegara.
“Untuk mewujudkan Pembangunan Nasional di bidang ekonomi, gagasan besar tersebut termaktub di dalam MANIPOL/USDEK (Manifesto Politik/UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia sebagai Garis Besar Haluan Negara. Maka dalam mencapai kesejahteraan bangsa Indonesia haruslah berlandaskan kepada Ekonomi Terpimpin yang menolak segala bentuk penghisapan dan penindasan kepada rakyat Indonesia,” terang Bung Faisal.
Selanjutnya, Dr. Hisar Siregar SH. M.Hum (Narasumber ke 2) yang juga alumni GMNI, Menyampaikan, tema dalam diskusi ini sangat berat, hari lahir Pancasila yang sakral di nodai dengan adanya kebijakan PT. Himbara, dengan mengenakan tarif cek saldo dan tarik tunai yang menyengsarakan rakyat bertepatan pada 1 Juni 2021 sebagai memperingati hari lahir Pancasila
Masih bang Hisar Siregar, selama sistem ekonomi Indonesia, belum menerapkan sistem Ekonomi Pancasila, maka bangsa Indonesia masih dalam keadaan yang tidak baik. Satu-satunya cara untuk menghancurkan sistem Kapitalisme dan Liberalisme, serta menghilangkan penindasan terhadap rakyat, dengan menerapkan ekonomi Pancasila. Kader GMNI harus mampu menyusun konsep Ekonomi Pancasila dan dapat di terapkan dalam sistem ekonomi negara.
Bung Ario, DPP GMNI Bidang Keuangan dan Ekonomi, yang menggantikan Ketua Umum Bung Imanuel Cahyadi yang tidak bisa hadir karena ada agenda yang sangat penting, sebagai pembicara selanjutnya, melalui daring zoom, Bung Ario, menyampaikan pandangannya terkait tema diskusi tersebut. Beliau menyampaikan, bahwa kebijakan PT. Himbara yang merupakan BUMN seharusnya mampu mensejahterakan rakyat, bukan malah sebaliknya menindas rakyat Indonesia. Kebijakan ini perlu di tinjau ulang, karena dampak yang nantinya dirasakan rakyat sangat besar.
“Kami unsur DPP akan mengkaji dan menganalisa terlebih dahulu, untuk setelah mengambil tindakan yang dirasa perlu bila kebijakan tersebut tetap dilaksanakan, karena hal ini jelas-jelas bentuk penindasan yang nyata. Belum lagi rakyat yang makin sulit ekonominya di terpa Pandemi Covid-19,” ujarnya.
Dari perdiskusian yang dilakukan tersebut, Forsilam GMNI, Bung Dachi sebagai Koordinator, mengatakan perdiskusian tadi sangat dinamis, banyak kader GMNI yang antusias sekaligus geram dengan tingkah para pemangku kebijakan yang kian hari semakin berani terang-terangan menindas rakyat.
Di satu sisi, kebijakan PT. Himbara semakin diperparah dengan memberlakukannya bertepatan pada 1 Juni 2021, dimana akan diperingati lahirnya Pancasila berdasarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2016, yang juga Keppres tersebut di sahkan langsung oleh Presiden Joko widodo.
Ini menunjukkan bahwa para pihak PT. Himbara, memperlihatkan tindakan arogansinya kepada Presiden Joko widodo dan merusak nilai-nilai Pancasila yang sakral.
Untuk itu Bung Dachi yang merupakan kader GMNI UISU, menyampaikan sudah sangat layak jika Presiden Jokowi mencopot Menteri BUMN yang notabene nya pihak yang terlibat langsung dan harus segera mengambil tindakan tegas, bila perlu mencopot semua pihak yang terlibat keluarnya kebijakan tersebut juga.
“Jangan sampai hari lahir pancasila yang sakral itu, ternodai dan berubah menjadi Hari Penindasan Rakyat Indonesia. Copot dan Pecat siapapun itu yang tidak becus bekerja untuk rakyat,” tegas Bung Dachi.
DPK GMNI UISU | Medan – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) rayakan Dies Natalis Ke-67 bersama anak yatim piatu di panti asuhan Ade Irma Suryani Nasution di Jalan Tengku Cik Ditiro Medan (23/03/2021).
Dies Natalis GMNI yang jatuh pada 23 Maret 2021 ini merupakan momentum spesial yang disambut suka cita oleh seluruh kader se-Indonesia.
Dengan mengusung tema “GMNI sebagai Wadah Gerakan Kemanusiaan dalam Implementasi Idiologi Marhaenisme”, disambut antusias oleh anak panti asuhan.
Ibu Ana selaku pengelola panti asuhan menyambut baik niatan ibadah kader GMNI UISU dan turut mengapresiasi acara yang terselenggara hikmat itu.
”Saya berterimakasih atas dedikasi GMNI UISU telah peduli kepada anak yatim piatu, tidak hanya bantuan materil tapi spirit dan semangat ukhuwah seperti ini perlu digalakkan. Karena anak yatim itu sangat butuh perhatian bersama,” Ucap Ibu Ana.
Ketua DPK GMNI UISU Bung Julpadli Simamora pada kesempatan yang sama mengucapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan santunan tersebut.
”Acara santunan anak yatim ini dalam rangka Dies Natalis GMNI sebagai ekspresi rasa syukur kami atas eksistensi GMNI yang masih terus berkiprah melawan kezaliman penguasa terhadap rakyat Indonesia. Kita sebagai mahasiswa harus menyambut ini dengan sikap tauhid yang baik dan mengingat terhadap sesama yang membutuhkan,” Sebut Bung Fadli.
Kita, masih Bung Padli, memerlukan doa dari adik-adik panti dalam melakukan gerakan revolusi yang progresif dan setia mengawal Pancasila.
“Kita minta doa adik-adik panti asuhan supaya GMNI lebih baik dan lebih merakyat lagi dan juga tetap berada pada garis perjuangannya, insyaallah kegiatan positif ini akan rutin dilakukan, ” Harap Bung Padli
Perayaan Dies Natalis ini dikemas dengan pemotongan kue dan memberikan bantuan sembako dan acara ditutup dengan penyerahan sertifikat oleh ketua GMNI UISU sebagai cenderamata untuk panti asuhan. (Sa)